She will share your moments, your days, and your years. She will share your joys and sorrows, your successes and failures, your dreams and your fears. When you are ill, she will take the best care of you; when you need help, she will do all she can for you;
When you have a secret, she will keep it; when you need advice, she will give you the best advice. She will always be with you: when you wake up in the morning the first thing your eyes will see will be hers; during the day, she will be with you, if for a moment she is not with you by her physical body, she will be thinking of you, praying for you with all her heart, mind, and soul; when you go to sleep at night, the last thing your eyes will see will be her; and when you are asleep you will still see her in your dreams. In short, she will be your whole world and you will be her whole world.
“Klik di sini” untuk mendengarkan iklan radio versi sepakbola yang pertama. Mohon komentarnya. Iklan versi sepakbola kedua (cerita sambungannya) sedang kami maksimalkan.
<<Tim Pemenangan Elnino for DPD>>
Jangan lupa, 09 April 09, pilih nomor 9
Sumber:
Gorontalo Post, 16 Desember 2008
Oleh: Elnino M. Husein Mohi, S.T, M.Si.
Sebetulnya beberapa elit menyarankan agar saya tidak membuat opini untuk membela Thariq Modanggu. Kenapa? Katanya karena saya calon DPD, maka membela Thariq akan merugikan pencalonan saya. Okelah, saya bilang ke elit-elit itu, tulisan saya kali ini bukan untuk membela Thariq, tapi membela nilai-nilai yang dia perjuangkan.
Proses Pemilukada Gorut sudah selesai. Hingar-bingar politik Pemilukada tidak perlu lagi ada. Tetapi hikmah yang dipersembahkan oleh seluruh rakyat Gorut kepada kita, semua orang Gorontalo, demikian agung, begitu dahsyat menjadikan kita merenung.
Kekayaan pribadi seorang calon bupati tidak lagi menjadi referensi (alasan) rakyat untuk memilih. Thariq Modanggu, seorang guru yang miskin, punya kekayaan total Rp. 137 juta (sudah termasuk rumah, satu motor kredit, satu tivi dan sawah warisan) mampu mengungguli calon-calon bupati lainnya yang punya kekayaan jauh di atasnya, bermilyar-milyar. Dia hanya dikalahkan 57 suara, menurut keputusan Mahkamah Konstitusi, dari calon bupati Rusli Habibie yang memiliki harta hampir senilai Rp. 45 milyar (baca: empat puluh lima ribu juta).
Dulu, para ahli marketing politik dunia, seperti Hanna (1996), Froomkin (1997) dan Burton (1998), menganggap uang sebagai segalanya dalam politik, seakan dunia politik manusia yang ada di atas bumi ini tidak mungkin memberi kemenangan kepada orang miskin. Tapi itu sepuluh tahun lalu.
Kini, hitung-hitungan politik berubah sudah. Ummat manusia sekarang melakukan perlawanan terhadap konsepsi bahwa “uang adalah ASI-nya politik”. Pemilu Malaysia, Pilgub Sumatera Utara dan Jawa Barat, Pilwali Tarakan, dan lain-lain, semuanya membuktikan bahwa semakin banyak manusia yang memilih bukan karena uang. Yang paling dahsyat adalah Barrack Hussein Obama, presiden terpilih Amerika Serikat yang seluruh biaya kampanyenya justru berasal dari masyarakat, bukan duitnya sendiri.
Di Pemilihan Bupati Gorut, walau tanpa survey ilmiah yang memadai, saya memperkirakan lebih dari setengah rakyat kabupaten baru itu memilih calon bupati bukan karena dikasih duit atau beras atau materi lainnya. Perlawanan terhadap politik uang paling menonjol ditunjukkan oleh Thariq Modanggu. Dengan strategi yang sederhana, dan didukung oleh dana seadanya dari keluarga dan para sahabatnya, Thariq telah mampu mengangkat nilai-nilai luhur yang pernah dipegang teguh oleh para pemimpin besar Gorontalo seperti Ilahudu, Matolodulakiki, Eyato dan Botutihe—dalam sejarah kita dikenal dengan julukan Ilomata Wopato (Empat Karya Agung). Itulah kemenangan Thariq.
Sekadar mereview, di empat masa kepemimpinan—yang oleh Alim S. Niode (2007) disebut sebagai “Zaman Keemasan”—itu, terdapat nilai-nilai luhur yang diemban oleh ulipu (rakyat/ummat), yaitu nilai kecerdasan, nilai akhlak, nilai kekeluargaan dan nilai persahabatan. Keempat nilai itu pula sekaligus menjadi kriteria atau pertimbangan pemilihan orang dalam konteks apa saja; memilih olongiya (pemimpin), wuleya lo lipu (pembantu olongiya), dll…bahkan dalam memilih jodoh yang tepat untuk anak perempuan.
Nilai-nilai itulah yang terangkat (lagi) dalam Pemilukada Gorut. Siapa pun calon bupati-wakil bupati yang mereka coblos, sebagian besar rakyat Gorut memilih bukan karena “mayilo-olamito” (sudah menikmati ‘sesuatu’ yang diberikan si calon), tetapi karena penilaian mereka terhadap kecerdasan dan akhlak si calon, dan atau karena merupakan keluarga atau sahabat dari si calon.
Thariq Modanggu menjadi “jendral” yang mengangkat nilai-nilai tersebut. Dia menjadi simbol perjuangan itu, bukan hanya di Gorut, tetapi juga di seantero Gorontalo yang secara psikologis dipengaruhi oleh Pemilukada Gorut.
Setelah Thariq dinyatakan kalah, sebagian dari pendukungnya putus asa, mungkin termasuk para famili dan sahabatnya. Mereka yang putus asa ini adalah orang yang hanya ingin melihat Thariq menjadi bupati. Perjuangan mereka berorientasi struktural—dan karenanya mudah patah hati.
Tetapi bagi famili dan sahabat Thariq yang berorientasi kultural, perjuangan berat itu tidaklah sia-sia belaka. Bahkan menang. Perjuangan itu berlanjut terus untuk membuktikan kepada anak cucu kita bahwa nilai-nilai luhur lebih mulia dan memiliki kekuatan yang lebih dahsyat daripada uang.
Kepada Thariq Modanggu, kita ucapkan terimakasih. Betapa dia telah memberi contoh yang baik bagaimana seharusnya seorang kandidat, betapa dia memberi teladan bagaimana seharusnya seorang kandidat yang dinyatakan kalah secara yuridis. Thariq Modanggu tetaplah menjadi nama yang merupakan bagian penting sejarah perubahan sosial kita. For the sake of the people of Gorontalo, we will never give up!
Sumber:
Gorontalo Post, 7 November 2008

GORONTALO—Kemenangan Barrack Hussein Obama dalam pemilihan presiden Amerika Serikat yang berlangsung kemarin memberi inspirasi bagi kalangan muda Gorontalo untuk menciptakan sejarah baru dalam Pemilu 2009 mendatang. Calon DPD RI dari kalangan muda, Elnino M Husein Mohi diharapkan menjadi ujung tombak untuk dapat seperti Obama.
Salah satu tokoh pemuda terkemuka di Gorontalo Roy Hasiru menyatakan, sejarah yang dibuat oleh Barrack Obama di Amerika berpeluang besar untuk dilakukan oleh Elnino Mohi di Gorontalo. “Obama dan Elnino walaupun level-nya sangat jauh berbeda, mereka memiliki berbagai kesamaan dalam visi, cara kampanye dan nilai yang diemban,” tutur Roy yang pada Pemilu 2004 lalu meraih suara terbanyak keenam di provinsi Gorontalo ketika menjadi calon DPD RI.
Kesamaan pertama, menurut Roy, adalah Obama dan Elnino sama-sama muda. “Apalagi Elnino berada di usia puncak performa, yakni 34 tahun. Muda, energik, matang dan cerdas,” ungkap Roy. Ini adalah sebuah modal yang sangat berharga, kata Roy.
Yang kedua, lanjut Roy, visi Obama adalah membawa American Values (Nilai-nilai orang Amerika) yang luhur. “Elnino juga punya visi mengangkat kembali nilai-nilai Gorontalo yang pernah membuat orang Gorontalo sejahtera ratusan tahun lalu,” urainya.
Persamaan ketiga adalah cara kampanye Elnino yang mirip dengan cara Obama. “Obama adalah calon presiden Amerika yang pertama kali dalam sejarah dimana kampanyenya dibiayai oleh rakyat. Sementara Elnino juga begitu. Semua stiker, baliho, pertemuan-pertemuan dan iklan-iklan politiknya dibiayai oleh para pendukung Elnino,” papar Roy yang kini berkarir sebagai dosen di UNG.
Dengan sedikit bercanda, Roy Hasiru mengatakan ada persamaan lain antara Obama dan Elnino. “Dorang dua sama-sama hitam kulitnya, hahahaha…. Biar hitam kulitnya yang penting ganteng…hahaha dan putih hatinya,” selorohnya.
Sumber:
Gorontalo Post, 17 Desember 2008
Oleh : Elnino M. Husein Mohi, S.T., M.Si.
Warga Gorontalo
Tuhan menciptakanmu sebagai penyempurna alam semesta. Hanya dengan dua tanganmu, engkau menangani enam kakakku, lalu menyapihku, lalu mengurusi adik dan segala keperluan papa, lalu kau berbakti bagi negara, bagi orang banyak di luar rumah kita. Semuanya kau lakukan hanya dengan dua tangan lembutmu.
Kelembutan tanganmu itu pula yang mampu sembuhkan luka, sakit hati dan keterpurukan kami. Air matamu seakan menunjukkan engkau begitu lemah. Tapi sesungguhnya tidak. Sebab, air mata itu salah satu caramu menyampaikan rasa gembira, rasa cinta, derita, bangga, kegalauan, dan sebagainya.
Begitu sempurnanya engkau, Mama, sebagai ciptaan Tuhan. Laki-laki setegar Papa pun mengadu padamu. Engkau, mama, sanggup menderita lebih dari laki-laki. Engkau mampu tersenyum ketika jiwa kami menjerit, engkau sanggup tertawa saat kami ketakutan. Senyum dan tawa yang selalu menopang tiang-tiang kehidupan kami yang rapuh.
Seorang penyair berkata, “Wanita diciptakan bukan dari bagian kepala, karena dia diciptakan bukan untuk jadi pemimpin, dia juga dicipta - kan bukan dari bagian kaki karena dia bukan untuk di injak - injak tapi dia diciptakan dari tulang rusuk sebelah kiri karena tulang rusuk kiri dekat dengan hati dan tangan, dan sebab itu, dia untuk dicintai, dekat dihati dan dilindungi”. Seperti itulah engkau, Mama, di hati kami anak-anakmu.
Penyair lain berkata, “Seorang Ibu adalah madrasah bagi para putranya. Seorang Ibu adalah taman. Taman yang terawat niscaya tumbuh subur menghijau, menjadi sumber inspirasi bagi sekitar. Seorang Ibu adalah guru dari guru yang pertama. Gerak-geriknya mempengaruhi seluruh ufuk.” Seperti itulah engkau, Mama, bagi kami anak-anakmu.
Engkaulah tambatan ketika kami lelah dengan kehidupan. Nun jauh di sana. Di alam yang berbeda, engkau masih menerangi hati kami, menjadi pelita tatkala gelap menyelimuti. Kecupan sayangmu masih terasa hangat di pipi, bahkan setelah 17 tahun engkau tiada di dunia. Kasih sayang yang dahsyat. Bersyukurlah kami dilahirkan dan dirawat orang sepertimu.
Hari ini adalah hari Ibu. Ini adalah hari yang layak dirayakan oleh ibu yang merawat anak-anaknya sebagaimana engkau merawat kami. Selamat Hari ibu, Mama… Salam untuk Papa di syurga. Kami selalu sadar, betapa berharganya engkau berdua bagi kehidupan kami. Semoga Allah SWT menyayangi engkau berdua sebagaimana engkau menyayangi kami. Amin…
Student, Brunel University, Uxbridge, London.
Kabar gembira bagi Anda pengguna Windows yang sering berurusan dengan yang namanya virus, PC Media kembali merilis PCMAV Versi 2.0 dengan code name “Valkyrie” Alpha 2. Kali ini ada perubahan struktur folder yang digunakan, yakni dimana file update PCMAV Versi 2.0 seperti file .vdb dimasukkan dalam folder tersendiri yakni vdb, sedangkan untuk library dan file database virus ClamAV diletakkan pada folder plugins/ClamAV. Dan ketika dijalankan pertama kali, akan dibuat pula folder baru Quarantine yang nantinya akan digunakan sebagai penampung file-file yang diidentifikasi sebagai virus untuk dikarantina. Kemungkinan ini disiapkan sebagai persiapan bagi penambahan plugin-plugin tertentu pada rilis berikutnya.

Silahkan download PCMAV 2.0 di sini.


