Halaman 7 Dari 112 Halaman« Awal...«56789»...Terakhir »
Akhirnya, Alhamdulillah kesampaian juga kembali bercerita… 24 jam yg lalu saya sampai di RS. PT. Itchi di kec. Sepaku, Kab. PPU, Kaltim. Kesan pertama… Sepi!!! tp sbnrnya itubkurang masalah, yg paling mjadi kendala adalah soal listrik. Berhubung PT. Itchi juga kena imbas krisis global, dengan alasan efisiensi, perusahaan terpaksa menghemat dgn memadamkan listrik mulai jam [...]
Muziatun Mukadji, 22 Dec 2008
By getting married you are not just getting a wife, you are getting your whole world. From now until the rest of your days your wife will be your partner, your companion, and your best friend.
She will share your moments, your days, and your years. She will share your joys and sorrows, your successes and failures, your dreams and your fears. When you are ill, she will take the best care of you; when you need help, she will do all she can for you;
When you have a secret, she will keep it; when you need advice, she will give you the best advice. She will always be with you: when you wake up in the morning the first thing your eyes will see will be hers; during the day, she will be with you, if for a moment she is not with you by her physical body, she will be thinking of you, praying for you with all her heart, mind, and soul; when you go to sleep at night, the last thing your eyes will see will be her; and when you are asleep you will still see her in your dreams. In short, she will be your whole world and you will be her whole world.


Elnino M. Husein, 22 Dec 2008

“Klik di sini” untuk mendengarkan iklan radio versi sepakbola yang pertama. Mohon komentarnya. Iklan versi sepakbola kedua (cerita sambungannya) sedang kami maksimalkan.

<<Tim Pemenangan Elnino for DPD>>

Jangan lupa, 09 April 09, pilih nomor 9

Bobby Safii, 22 Dec 2008
Mungkin baru kali ini Anda mendengar mobile phone merk Lenovo, walaupun mereka masuk ke dalam pasar Cina. Lenovo P80, merupakan ponsel flip yang stylish dan hadir dengan berbagai warna. Lenovo P80 memiliki body yang slim dan sebuah display OLED eksternal, serta dilengkapi dengan camera 3 megapiksel. Jika Anda merasa belum tahu mengani ponsel Lenovo, maka sebenarnya Lenovo telah memiliki bisnis mobile phone di Cina yang ada di dalam brand perusahaan Hony Capital. Mereka telah sukses menjalankan bisnisnya dan menghasilkan Lenovo P80. Lenovo P80 memiliki display utama berukuran 2.8 inch TFT dan 1 inch OLED di bagian luar. Fasilitas lainnya termasuk FM radio, Bluetooth, slot microSD card, dual band GSM, namun belum 3G. Secara logis, Lenovo P80 akan dijual di Cina dalam tujuh warna, namun belum ada informasi harga yang pasti dari Lenovo.
Elnino M. Husein, 22 Dec 2008
Stiker ini disumbangkan oleh orang Marisa dan Orang Bone Pesisir

Stiker ini disumbangkan oleh orang Marisa dan Orang Bone Pesisir

Elnino M. Husein, 21 Dec 2008

Sumber:

Gorontalo Post, 16 Desember 2008

Oleh: Elnino M. Husein Mohi, S.T, M.Si.

Sebetulnya beberapa elit menyarankan agar saya tidak membuat opini untuk membela Thariq Modanggu. Kenapa? Katanya karena saya calon DPD, maka membela Thariq akan merugikan pencalonan saya. Okelah, saya bilang ke elit-elit itu, tulisan saya kali ini bukan untuk membela Thariq, tapi membela nilai-nilai yang dia perjuangkan.

Proses Pemilukada Gorut sudah selesai. Hingar-bingar politik Pemilukada tidak perlu lagi ada. Tetapi hikmah yang dipersembahkan oleh seluruh rakyat Gorut kepada kita, semua orang Gorontalo, demikian agung, begitu dahsyat menjadikan kita merenung.

Kekayaan pribadi seorang calon bupati tidak lagi menjadi referensi (alasan) rakyat untuk memilih. Thariq Modanggu, seorang guru yang miskin, punya kekayaan total Rp. 137 juta (sudah termasuk rumah, satu motor kredit, satu tivi dan sawah warisan) mampu mengungguli calon-calon bupati lainnya yang punya kekayaan jauh di atasnya, bermilyar-milyar. Dia hanya dikalahkan 57 suara, menurut keputusan Mahkamah Konstitusi, dari calon bupati Rusli Habibie yang memiliki harta hampir senilai Rp. 45 milyar (baca: empat puluh lima ribu juta).

Dulu, para ahli marketing politik dunia, seperti Hanna (1996), Froomkin (1997) dan Burton (1998), menganggap uang sebagai segalanya dalam politik, seakan dunia politik manusia yang ada di atas bumi ini tidak mungkin memberi kemenangan kepada orang miskin. Tapi itu sepuluh tahun lalu.

Kini, hitung-hitungan politik berubah sudah. Ummat manusia sekarang melakukan perlawanan terhadap konsepsi bahwa “uang adalah ASI-nya politik”. Pemilu Malaysia, Pilgub Sumatera Utara dan Jawa Barat, Pilwali Tarakan, dan lain-lain, semuanya membuktikan bahwa semakin banyak manusia yang memilih bukan karena uang. Yang paling dahsyat adalah Barrack Hussein Obama, presiden terpilih Amerika Serikat yang seluruh biaya kampanyenya justru berasal dari masyarakat, bukan duitnya sendiri.

Di Pemilihan Bupati Gorut, walau tanpa survey ilmiah yang memadai, saya memperkirakan lebih dari setengah rakyat kabupaten baru itu memilih calon bupati bukan karena dikasih duit atau beras atau materi lainnya. Perlawanan terhadap politik uang paling menonjol ditunjukkan oleh Thariq Modanggu. Dengan strategi yang sederhana, dan didukung oleh dana seadanya dari keluarga dan para sahabatnya, Thariq telah mampu mengangkat nilai-nilai luhur yang pernah dipegang teguh oleh para pemimpin besar Gorontalo seperti Ilahudu, Matolodulakiki, Eyato dan Botutihe—dalam sejarah kita dikenal dengan julukan Ilomata Wopato (Empat Karya Agung). Itulah kemenangan Thariq.

Sekadar mereview, di empat masa kepemimpinan—yang oleh Alim S. Niode (2007) disebut sebagai “Zaman Keemasan”—itu, terdapat nilai-nilai luhur yang diemban oleh ulipu (rakyat/ummat), yaitu nilai kecerdasan, nilai akhlak, nilai kekeluargaan dan nilai persahabatan. Keempat nilai itu pula sekaligus menjadi kriteria atau pertimbangan pemilihan orang dalam konteks apa saja; memilih olongiya (pemimpin), wuleya lo lipu (pembantu olongiya), dll…bahkan dalam memilih jodoh yang tepat untuk anak perempuan.

Nilai-nilai itulah yang terangkat (lagi) dalam Pemilukada Gorut. Siapa pun calon bupati-wakil bupati yang mereka coblos, sebagian besar rakyat Gorut memilih bukan karena “mayilo-olamito” (sudah menikmati ‘sesuatu’ yang diberikan si calon), tetapi karena penilaian mereka terhadap kecerdasan dan akhlak si calon, dan atau karena merupakan keluarga atau sahabat dari si calon.

Thariq Modanggu menjadi “jendral” yang mengangkat nilai-nilai tersebut. Dia menjadi simbol perjuangan itu, bukan hanya di Gorut, tetapi juga di seantero Gorontalo yang secara psikologis dipengaruhi oleh Pemilukada Gorut.

Setelah Thariq dinyatakan kalah, sebagian dari pendukungnya putus asa, mungkin termasuk para famili dan sahabatnya. Mereka yang putus asa ini adalah orang yang hanya ingin melihat Thariq menjadi bupati. Perjuangan mereka berorientasi struktural—dan karenanya mudah patah hati.

Tetapi bagi famili dan sahabat Thariq yang berorientasi kultural, perjuangan berat itu tidaklah sia-sia belaka. Bahkan menang. Perjuangan itu berlanjut terus untuk membuktikan kepada anak cucu kita bahwa nilai-nilai luhur lebih mulia dan memiliki kekuatan yang lebih dahsyat daripada uang.

Kepada Thariq Modanggu, kita ucapkan terimakasih. Betapa dia telah memberi contoh yang baik bagaimana seharusnya seorang kandidat, betapa dia memberi teladan bagaimana seharusnya seorang kandidat yang dinyatakan kalah secara yuridis. Thariq Modanggu tetaplah menjadi nama yang merupakan bagian penting sejarah perubahan sosial kita. For the sake of the people of Gorontalo, we will never give up!

Elnino M. Husein, 21 Dec 2008

Sumber:

Gorontalo Post, 7 November 2008

GORONTALO—Kemenangan Barrack Hussein Obama dalam pemilihan presiden Amerika Serikat yang berlangsung kemarin memberi inspirasi bagi kalangan muda Gorontalo untuk menciptakan sejarah baru dalam Pemilu 2009 mendatang. Calon DPD RI dari kalangan muda, Elnino M Husein Mohi diharapkan menjadi ujung tombak untuk dapat seperti Obama.

Salah satu tokoh pemuda terkemuka di Gorontalo Roy Hasiru menyatakan, sejarah yang dibuat oleh Barrack Obama di Amerika berpeluang besar untuk dilakukan oleh Elnino Mohi di Gorontalo. “Obama dan Elnino walaupun level-nya sangat jauh berbeda, mereka memiliki berbagai kesamaan dalam visi, cara kampanye dan nilai yang diemban,” tutur Roy yang pada Pemilu 2004 lalu meraih suara terbanyak keenam di provinsi Gorontalo ketika menjadi calon DPD RI.

Kesamaan pertama, menurut Roy, adalah Obama dan Elnino sama-sama muda. “Apalagi Elnino berada di usia puncak performa, yakni 34 tahun. Muda, energik, matang dan cerdas,” ungkap Roy. Ini adalah sebuah modal yang sangat berharga, kata Roy.

Yang kedua, lanjut Roy, visi Obama adalah membawa American Values (Nilai-nilai orang Amerika) yang luhur. “Elnino juga punya visi mengangkat kembali nilai-nilai Gorontalo yang pernah membuat orang Gorontalo sejahtera ratusan tahun lalu,” urainya.

Persamaan ketiga adalah cara kampanye Elnino yang mirip dengan cara Obama. “Obama adalah calon presiden Amerika yang pertama kali dalam sejarah dimana kampanyenya dibiayai oleh rakyat. Sementara Elnino juga begitu. Semua stiker, baliho, pertemuan-pertemuan dan iklan-iklan politiknya dibiayai oleh para pendukung Elnino,” papar Roy yang kini berkarir sebagai dosen di UNG.

Dengan sedikit bercanda, Roy Hasiru mengatakan ada persamaan lain antara Obama dan Elnino. “Dorang dua sama-sama hitam kulitnya, hahahaha…. Biar hitam kulitnya yang penting ganteng…hahaha dan putih hatinya,” selorohnya.

Elnino M. Husein, 21 Dec 2008

Sumber:

Gorontalo Post, 17 Desember 2008

Oleh : Elnino M. Husein Mohi, S.T., M.Si.

Warga Gorontalo

 

Tuhan menciptakanmu sebagai penyempurna alam semesta. Hanya dengan dua tanganmu, engkau menangani enam kakakku, lalu menyapihku, lalu mengurusi adik dan segala keperluan papa, lalu kau berbakti bagi negara, bagi orang banyak di luar rumah kita. Semuanya kau lakukan hanya dengan dua tangan lembutmu.

Kelembutan tanganmu itu pula yang mampu sembuhkan luka, sakit hati dan keterpurukan kami. Air matamu seakan menunjukkan engkau begitu lemah. Tapi sesungguhnya tidak. Sebab, air mata itu salah satu caramu menyampaikan rasa gembira, rasa cinta, derita, bangga, kegalauan, dan sebagainya.

Begitu sempurnanya engkau, Mama, sebagai ciptaan Tuhan. Laki-laki setegar Papa pun mengadu padamu. Engkau, mama, sanggup menderita lebih dari laki-laki. Engkau mampu tersenyum ketika jiwa kami menjerit, engkau sanggup tertawa saat kami ketakutan. Senyum dan tawa yang selalu menopang tiang-tiang kehidupan kami yang rapuh.

Seorang penyair berkata, “Wanita diciptakan bukan dari bagian kepala, karena dia diciptakan bukan untuk jadi pemimpin, dia juga dicipta - kan bukan dari bagian kaki karena dia bukan untuk di injak - injak tapi dia diciptakan dari tulang rusuk sebelah kiri karena tulang rusuk kiri dekat dengan hati dan tangan, dan sebab itu, dia untuk dicintai, dekat dihati dan dilindungi”. Seperti itulah engkau, Mama, di hati kami anak-anakmu.

Penyair lain berkata, “Seorang Ibu adalah madrasah bagi para putranya. Seorang Ibu adalah taman. Taman yang terawat niscaya tumbuh subur menghijau, menjadi sumber inspirasi bagi sekitar. Seorang Ibu adalah guru dari guru yang pertama. Gerak-geriknya mempengaruhi seluruh ufuk.” Seperti itulah engkau, Mama, bagi kami anak-anakmu.

Engkaulah tambatan ketika kami lelah dengan kehidupan. Nun jauh di sana. Di alam yang berbeda, engkau masih menerangi hati kami, menjadi pelita tatkala gelap menyelimuti. Kecupan sayangmu masih terasa hangat di pipi, bahkan setelah 17 tahun engkau tiada di dunia. Kasih sayang yang dahsyat. Bersyukurlah kami dilahirkan dan dirawat orang sepertimu.

Hari ini adalah hari Ibu. Ini adalah hari yang layak dirayakan oleh ibu yang merawat anak-anaknya sebagaimana engkau merawat kami. Selamat Hari ibu, Mama… Salam untuk Papa di syurga. Kami selalu sadar, betapa berharganya engkau berdua bagi kehidupan kami. Semoga Allah SWT menyayangi engkau berdua sebagaimana engkau menyayangi kami. Amin…

Elnino M. Husein, 21 Dec 2008
Sumber:
Gorontalo Post, 18-19 Desember 2008
Oleh: Bahtiar Mohamad Ph.D
Student, Brunel University, Uxbridge, London.
Dosen Universiti Utara Malaysia
Saya tidak pernah mengenali Gorontalo sebelum ini. Apatah lagi ke sana. Saya banyak mengembara ke merata Indonesia. Medan, Padang, Bukittinggi dan Palembang telah saya jelajahi. Malah, Pulau Jawa dari barat ke timur telah saya kenali sepenuhnya, tetapi Pulau Sulawesi hanya saya kenali melalui kehebatan para pelayar Bugis dari Makassar yang ramai di Semenanjung Malaysia. Saya tahu Menado, tetapi tidak kenal Gorantalo. Sebagai rakyat Malaysia, Menado memang popular sekitar tahun 50-an kerana seorang aktres popular Maria Menado begitu digilai ramai dalam filem-filem Melayu yang berpusat di Singapura. Aktres cantik ini memang asal orang Menado. Malangnya tiada aktres atau actor warga Gorontalo atau mungkin kalau ada, tidak menggunakan nama Gorontalo sebagai sebahagian daripada namanya.
Saya hanya mengenali Gorontalo melalui sahabat saya yang saya kenali pada tahun 2006. Elnino Hussein Mohi saya kenali di sebuah konferens di Pulau Pinang pada Jun tahun itu. Mengenali beliau 2 tahun lepas sungguh menggembirakan. Apa lagi pertemuan itu di sebuah konferens yang menghimpunkan para sarjana komunikasi. Beliau seorang anak muda yang berwawasan, bercita-cita membangunkan anak bangsanya dan ingin menjadikan bangsa Indonesia bangsa yang dihormati. Cita-cita ini, perlu ada untuk seorang pemimpin yang sayangkan bangsa dan negaranya.
Saya sempat membawa beliau bersiar-siar di sekitar Pulau Pinang membeli cenderahati untuk isteri dan anak-anak kesayangannya di pasar malam Batu Ferenghi dan makan-makan di tebing Fort Cornwallis. Beliau sering membayangkan Gorontalo yang sejahtera dan maju. Idea beliau dan sekumpulan anak muda mewujudkan kumpulan Gorontalo Maju 2020 sungguh menakjubkan. Saya gembira kerana anak muda ini cukup tegas dengan idealismenya membangunkan Gorontalo.
Mendengar khabar Elnino Hussein Mohi akan menyertai pemilu 2009 hanya melalui ‘facebook’ dan laman web Gorontalo Maju 2020. Keberaniannya untuk turut serta dalam perlumbaan bersama-sama ahli politik senior di Indonesia memang mengagumkan. Saya pasti komitmen dan keazaman yang kuat dapat merealisasikan impian anak muda ini. Mungkin beliau tidak kaya harta tetapi beliau punyai idea yang jelas. Negara bangsa perlu dibangunkan melalui keikhlasan dan pemimpin yang berani. Pengalaman dan pengamatan beliau yang tajam pasti akan menjadi intipati kepada perjuangan.
Golongan muda harus diberikan kepercayaan. Atas dasar ini, masyarakat harus berubah dalam menentukan calon yang mana layak memimpin. Umur bukan lagi ukuran dalam menentukan pengalaman. Alat ukuran kematangan dan pengalaman harus di nilai semula agar selari dengan kehendak semasa.
William Pitt hanya berumur 24 tahun ketika menduduki kerusi Perdana Menteri United Kingdom dari tahun 1783 hingga 1801 dan dipilih untuk kali kedua dari tahun 1804 hingga 1806. Beliau diingati kerana jasanya membanteras korupsi dan membawa reformasi fiscal yang ketika itu semakin parah di United Kingdom. Barack Obama menduduki senarai 10 presiden termuda di Amerika Syarikat. Beliau hanya berumur 47 tahun dan John F. Kennedy masih lagi kekal sebagai presiden termuda yang di pilih ketika berusia 42 tahun.
Sama di Malaysia, golongan muda mula mendapat tempat. Beberapa waktu yang lepas, Tun Musa Hitam mantan Timbalan Perdana Menteri Malaysia di era Tun Dr Mahathir Mohamad telah menyeru agar partai orang Melayu terbesar, United Malays National Organization (UMNO) perlu memberi laluan kepada golongan muda. Hanya orang muda yang mempunyai idea untuk menangani isu semasa. Komposisi rakyat yang terpelajar semakin ramai, kehendak mereka telah berubah dan hanya pemimpin muda, terpelajar dan memiliki idealisme yang jelas sahaja yang mampu menghadapinya. Indonesia pun begitu, perlu perubahan agar dapat memberi suara baru kepada politik Indonesia keseluruhannya.
Adakah Indonesia bersedia menerima trend baru politik ini? Meletakan golongan muda di barisan hadapan kepimpinan Negara perlu dilakukan sekarang. Dunia semakin kompleks, pelbagai cabaran, persoalan dan masalah perlu ditangani dengan segera. Warga Gorontalo perlu berani mempertaruhkan anak muda semacam Elnino Hussein untuk masa depan dan demi survival Gorontalo itu sendiri. Saya yakin idea dan vision anak muda ini mampu menjadikan Gorontalo yang lebih maju dan sejahtera.
Suwito, 21 Dec 2008

Kabar gembira bagi Anda pengguna Windows yang sering berurusan dengan yang namanya virus, PC Media kembali merilis PCMAV Versi 2.0 dengan code name “Valkyrie” Alpha 2.  Kali ini ada perubahan struktur folder yang digunakan, yakni dimana file update PCMAV Versi 2.0 seperti file .vdb dimasukkan dalam folder tersendiri yakni vdb, sedangkan untuk library dan file database virus ClamAV diletakkan pada folder plugins/ClamAV. Dan ketika dijalankan pertama kali, akan dibuat pula folder baru Quarantine yang nantinya akan digunakan sebagai penampung file-file yang diidentifikasi sebagai virus untuk dikarantina. Kemungkinan ini disiapkan sebagai persiapan bagi penambahan plugin-plugin tertentu pada rilis berikutnya.

pc-mav2

Silahkan download PCMAV 2.0 di sini.

Halaman 7 Dari 112 Halaman« Awal...«56789»...Terakhir »